-->
Di semester 5 kuliahku kemarin,
tepatnya bulan Agustus sampai Oktober. Aku mengikuti serangkaian acara
perlombaan vokasi tingkat nasional. Kisah ini berawal di bulan Agustus, aku dan
salah satu temanku memperoleh info terkait perlombaan mahasiswa tingkat D3
seIndonesia yang bertajuk OLIVIA (Olimpiade Vokasi Indonesia) 3.0 2018, pihak
yang menyelenggarakan adalah Fakultas Vokasi Universitas Airlangga bekerjasama
dengan Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI), dengan cabang lomba
sbb :
1. Debat Bahasa
Inggris
2. Bussiness
Plan
3. LKTI
4. Video Blog
(VLOG)
5. Live Cooking
6. Piranti
Cerdas dan Sistem Tertanam
7. Web Design
Namun sekarang yang akan aku bahas
disini hanyalah lomba Business Plan. Jadi
pada awalnya, aku hanya iseng-iseng pengen cari pengalaman. Dengan tekad yang
bulat, langsung saja aku berfikir, siapa
yang sekiranya cocok untuk aku ajak join
ke dalam teamku (terdiri dari 3 orang). Sekiranya aku mengajak sekitar 5 orang
lebih, tapi pada akhirnya Devy (aku), Anis dan Putri lah yang ditakdirkan
bersatu #halah. Lanjut, saya sangat bersyukur bisa menemukan mereka, karena
kami sevisi dan pemikiran kami sejalan, tidak ada yang dominan. Kami memiliki
sikap dan sifat yang sangat berlawanan, sehingga saling melengkapi satu sama
lain.
Dalam proses perlombaannya sendiri,
terbagi menjadi 2 tahapan seleksi. Tahap pertama yaitu seleksi proposal bisnis
dan tahap kedua adalah babak final, dimana mempresentasikan karya proposal
bisnisnya . Rentang waktu pengumuman team yang lolos dari tahap pertama lumayan
lama, sekitar 3 minggu. Jumlah team yang mengikuti ini pun terbilang banyak, sebanyak
69 team dari progam pendidikan vokasi universitas se-Indonesia. Selama menunggu
pengumuman, kami pun harap-harap cemas, dan sudah ikhlas apabila kami tidak
lolos. Lalu, disela-sela dunia perkuliahan kami menerima kabar, bahwa kami
lolos seleksi tahap pertama.
Hasil yang kami terima adalah kami
termasuk dalam 10 team terbaik, dan kami harus terbang ke Surabaya untuk
mengikuti lomba tahap kedua, sekaligus mengikuti rangkaian acara (konser di
hari terakhir rangkaian acara, sekaligus pengumuman pemenang lomba dan
pemberian piala serta hadiah) itu sendiri. Jangka waktu yang diberikan oleh
panitia pun cukup untuk mempersiapkan materi persentasi dan persiapan lainnya,
yaitu sekitar 2 minggu lebih. Waktu tersebut kami gunakan untuk membuat materi
ppt, mempersiapkan outfit tampil, konsultasi materi ke dosen hebat kami (Pak
Eko, Terima kasih banyak pak atas kebaikan hati dan ilmunya), dan mengurus
segala keperluan termasuk surat-surat keberangkatan kami ke Surabaya. Saat itu,
kami juga menerima sedikit bantuan dana guna akomodasi dari pihak kampus.
Sampailah pada hari-H keberangkatan.
Kami menginap di Evora Hotel yang lumayan dekat dengan kampus UNAIR. Rangkaian acara
yang terjadwal oleh panitia sebanyak 3 hari berturut-turut. Dimulai dari hari
rabu kami berangkat, tapi kami menambah eksten untuk jalan-jalan sendiri selama
2 hari, sehingga kami menetap di Surabaya hingga hari minggu (terbang kembali
ke JKT). Di hari pertama, kami mengikuti Technical Meeting untuk memperoleh
informasi lomba babak final keesokannya. Di malam harinya, inilah saat-saat hectic yang sesungguhnya. Dimana kami
sampai begadang untuk latihan agar bisa tampil maksimal di keesokan harinya.
Di hari final, kami sudah siap untuk
maju 100%. Outfit kami pun telah selaras, dimana kami mengenakan pakaian yang
matching satu sama lain. Hal seru lainnya adalah saat aku dan Putri menjadi
perwakilan UI saat opening ceremony acara tersebut. Disitu pun aku menjalin
banyak relasi, karena berkenalan dengan orang-orang baru merupakan hal yang
sangat berharga bagiku, entah mengapa, tapi aku menyukai ini sejak awal aku
berkuliah dan mengikuti kepanitiaan.
Membahas mengenai lombanya sendiri,
aku membuat proposal bisnis tentang startup, jadi aku merancang sebuah platform seperti jobstreet, tapi ini
dikhususkan untuk internship atau
magang, yang kami beri nama “Sobat-Magang”, disingkat SM. SM ini sendiri juga
akan memiliki sistem berupa matrix yang akan melakukan matching-up antara
penawar (perusahaan) dan juga pemohon (kandidat magang) yang saling sesuai satu
sama lain. Lanjut ke cerita disaat tim kami, tim SM mempresentasikan karyanya
di depan 3 juri dari UNAIR. Kami rasa materi kami dan juga penampilan kami
sudah sangat memuaskan. Namun kami menemukan fakta bahwa, dalam perlombaan ini,
juaranya adalah proposal bisnis yang mudah untuk diimplementasikan. Sedangkan SM
sndiri dalam penganggarannya, membutuhkan dana yang tidak sedikit. Oleh karena
itu, kami harus puas di posisi ke-4.
Pengumuman hasil pemenang tersebut,
kami terima di hari ke-3, yaitu di tengah2 acara konser sebagai penutup segala
rangkaian acara. Konser tersebut menghadirkan Yovie n Nuno, dan aku serta
teman2 benar2 menikmati suasananya, karena sekaligus menjadi short escape dari dunia perkuliahan yang
sedang padat2nya. Selama 5 hari berturut-turut itupun aku tidak pernah
melewatkan satu haripun untuk jalan2 menikmati SBY, setidaknya makan di luar
hotel.
Sebelum mengakhiri cerita ini, aku ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantuku dalam menyelesaikan proposal dan segala perintilan
tentang lomba tersebut. Yang pertama adalah Johan Darmawan, dia adalah sosok
dibalik semua design dan bukti fisik hasil karya kami yang berjudul “Sobat
Magang”. Kami minta bantuan Johan dalam hal mendesign poster, stand banner,
proposal, dan menilai ppt yang aku buat. Lalu, kepada Pak Eko Wari Santoso,
yang dengan ikhlas mau kami repotkan. Kepada Ghisan sahabatku sejak SMP, yang
mau mengantarku jalan2 keliling SBY dan mengantar aku untuk print keperluan standing banner sampai malam hari. Lalu,
kepada Bu Yulial, dosen kami tersayang yang saya tahu dia sibuk, tapi masih mau
meluangkan waktu dan selalu memberikan kami semangat. Dan yang terakhir kepada
semua sahabat, teman, dan pihak yang telah membantu kami, terkhusus little pigs
dan teman dari Oji. Dan yang terakhir buat dia yang special, yang sampai dating ke SBY untuk selanjutnya pulang berdua
kembali ke JKT. Sekali lagi terima kasih banyak.
No comments:
Post a Comment