Search

Friday, February 8, 2019

Menjadi Produktif Di Semester Kritis


-->
            Di semester 5 kuliahku kemarin, tepatnya bulan Agustus sampai Oktober. Aku mengikuti serangkaian acara perlombaan vokasi tingkat nasional. Kisah ini berawal di bulan Agustus, aku dan salah satu temanku memperoleh info terkait perlombaan mahasiswa tingkat D3 seIndonesia yang bertajuk OLIVIA (Olimpiade Vokasi Indonesia) 3.0 2018, pihak yang menyelenggarakan adalah Fakultas Vokasi Universitas Airlangga bekerjasama dengan Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI), dengan cabang lomba sbb :
1. Debat Bahasa Inggris
2. Bussiness Plan
3. LKTI
4. Video Blog (VLOG)
5. Live Cooking
6. Piranti Cerdas dan Sistem Tertanam
7. Web Design
            Namun sekarang yang akan aku bahas disini hanyalah lomba Business Plan. Jadi pada awalnya, aku hanya iseng-iseng pengen cari pengalaman. Dengan tekad yang bulat, langsung saja aku  berfikir, siapa yang sekiranya cocok untuk aku ajak join ke dalam teamku (terdiri dari 3 orang). Sekiranya aku mengajak sekitar 5 orang lebih, tapi pada akhirnya Devy (aku), Anis dan Putri lah yang ditakdirkan bersatu #halah. Lanjut, saya sangat bersyukur bisa menemukan mereka, karena kami sevisi dan pemikiran kami sejalan, tidak ada yang dominan. Kami memiliki sikap dan sifat yang sangat berlawanan, sehingga saling melengkapi satu sama lain.

            Dalam proses perlombaannya sendiri, terbagi menjadi 2 tahapan seleksi. Tahap pertama yaitu seleksi proposal bisnis dan tahap kedua adalah babak final, dimana mempresentasikan karya proposal bisnisnya . Rentang waktu pengumuman team yang lolos dari tahap pertama lumayan lama, sekitar 3 minggu. Jumlah team yang mengikuti ini pun terbilang banyak, sebanyak 69 team dari progam pendidikan vokasi universitas se-Indonesia. Selama menunggu pengumuman, kami pun harap-harap cemas, dan sudah ikhlas apabila kami tidak lolos. Lalu, disela-sela dunia perkuliahan kami menerima kabar, bahwa kami lolos seleksi tahap pertama.
            Hasil yang kami terima adalah kami termasuk dalam 10 team terbaik, dan kami harus terbang ke Surabaya untuk mengikuti lomba tahap kedua, sekaligus mengikuti rangkaian acara (konser di hari terakhir rangkaian acara, sekaligus pengumuman pemenang lomba dan pemberian piala serta hadiah) itu sendiri. Jangka waktu yang diberikan oleh panitia pun cukup untuk mempersiapkan materi persentasi dan persiapan lainnya, yaitu sekitar 2 minggu lebih. Waktu tersebut kami gunakan untuk membuat materi ppt, mempersiapkan outfit tampil, konsultasi materi ke dosen hebat kami (Pak Eko, Terima kasih banyak pak atas kebaikan hati dan ilmunya), dan mengurus segala keperluan termasuk surat-surat keberangkatan kami ke Surabaya. Saat itu, kami juga menerima sedikit bantuan dana guna akomodasi dari pihak kampus.

            Sampailah pada hari-H keberangkatan. Kami menginap di Evora Hotel yang lumayan dekat dengan kampus UNAIR. Rangkaian acara yang terjadwal oleh panitia sebanyak 3 hari berturut-turut. Dimulai dari hari rabu kami berangkat, tapi kami menambah eksten untuk jalan-jalan sendiri selama 2 hari, sehingga kami menetap di Surabaya hingga hari minggu (terbang kembali ke JKT). Di hari pertama, kami mengikuti Technical Meeting untuk memperoleh informasi lomba babak final keesokannya. Di malam harinya, inilah saat-saat hectic yang sesungguhnya. Dimana kami sampai begadang untuk latihan agar bisa tampil maksimal di keesokan harinya.
            Di hari final, kami sudah siap untuk maju 100%. Outfit kami pun telah selaras, dimana kami mengenakan pakaian yang matching satu sama lain. Hal seru lainnya adalah saat aku dan Putri menjadi perwakilan UI saat opening ceremony acara tersebut. Disitu pun aku menjalin banyak relasi, karena berkenalan dengan orang-orang baru merupakan hal yang sangat berharga bagiku, entah mengapa, tapi aku menyukai ini sejak awal aku berkuliah dan mengikuti kepanitiaan.

            Membahas mengenai lombanya sendiri, aku membuat proposal bisnis tentang startup, jadi aku merancang sebuah platform seperti jobstreet, tapi ini dikhususkan untuk internship atau magang, yang kami beri nama “Sobat-Magang”, disingkat SM. SM ini sendiri juga akan memiliki sistem berupa matrix yang akan melakukan matching-up antara penawar (perusahaan) dan juga pemohon (kandidat magang) yang saling sesuai satu sama lain. Lanjut ke cerita disaat tim kami, tim SM mempresentasikan karyanya di depan 3 juri dari UNAIR. Kami rasa materi kami dan juga penampilan kami sudah sangat memuaskan. Namun kami menemukan fakta bahwa, dalam perlombaan ini, juaranya adalah proposal bisnis yang mudah untuk diimplementasikan. Sedangkan SM sndiri dalam penganggarannya, membutuhkan dana yang tidak sedikit. Oleh karena itu, kami harus puas di posisi ke-4.
            Pengumuman hasil pemenang tersebut, kami terima di hari ke-3, yaitu di tengah2 acara konser sebagai penutup segala rangkaian acara. Konser tersebut menghadirkan Yovie n Nuno, dan aku serta teman2 benar2 menikmati suasananya, karena sekaligus menjadi short escape dari dunia perkuliahan yang sedang padat2nya. Selama 5 hari berturut-turut itupun aku tidak pernah melewatkan satu haripun untuk jalan2 menikmati SBY, setidaknya makan di luar hotel.

             Sebelum mengakhiri cerita ini, aku ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantuku dalam menyelesaikan proposal dan segala perintilan tentang lomba tersebut. Yang pertama adalah Johan Darmawan, dia adalah sosok dibalik semua design dan bukti fisik hasil karya kami yang berjudul “Sobat Magang”. Kami minta bantuan Johan dalam hal mendesign poster, stand banner, proposal, dan menilai ppt yang aku buat. Lalu, kepada Pak Eko Wari Santoso, yang dengan ikhlas mau kami repotkan. Kepada Ghisan sahabatku sejak SMP, yang mau mengantarku jalan2 keliling SBY dan mengantar aku untuk print keperluan standing banner sampai malam hari. Lalu, kepada Bu Yulial, dosen kami tersayang yang saya tahu dia sibuk, tapi masih mau meluangkan waktu dan selalu memberikan kami semangat. Dan yang terakhir kepada semua sahabat, teman, dan pihak yang telah membantu kami, terkhusus little pigs dan teman dari Oji. Dan yang terakhir buat dia yang special, yang sampai dating ke SBY untuk selanjutnya pulang berdua kembali ke JKT. Sekali lagi terima kasih banyak.


Tuesday, January 22, 2019

Meningkatkan Percaya Diri agar Berani Berbicara Di Depan Umum


Sejujurnya, jika kalian mengira bahwa introvert adalah kepribadian yang pendiam atau tertutup maka kalian salah, saya adalah salah satu pribadi yang introvert, dimana saya akan merasa energy saya terkuras ketika harus berhadapan atau berbasa-basi dengan lawan bicara yang kurang dekat dengan saya. Jadi introvert tidaklah sama dengan pemalu, hal ini dapat saya buktikan dengan keberanian saya untuk berbicara di depan kelas, teman-teman sejurusan, bahkan di depan umum. Saya pernah memperoleh kesempatan menjadi MC dan moderator, dimana itu adalah pengalaman sekaligus tantangan yang luar biasa berkesan.
            Sekarang pertanyaannya adalah “Bagaimana caranya seorang introvert bisa melakukan hal seperti itu? Seperti bicara di depan umum?”  oke, sekarang saya mau sharing tips n trick berdasarkan pengalaman saya sendiri. Jadi, saya ringkas menjadi 5 step, yaitu :
1.     Banyak latihan berbicara di depan kaca
            Aneh sih emang, tapi jangan salah. Menurutku ini hal yang mujarab, karena secara ga langsung kalian jadi tau bagaimana menyesuaikan ekspresi muka (apalagi kalau kalian tetap ingin terlihat calm, kan faktanya ada org yg kalau grogi dia akan menunjukan ekspresi ketika senyum tapi sambal bergetar bibirnya). Jadi caranya adalah dengan membayangkan jika kalian sedang menjadi seorang pembicara handal, layaknya Bong Chandra atau Merry Riana.
2.     Sering mengikuti kegiatan atau acara, sekalipun Itu terpaksa
            Jadi kata “terpaksa” disini kembali ke cerita saya yang awal. Seorang introvert itu pasti akan merasakan kecapekan yang double saat dia harus ikut kepanitiaan atau organisasi. Karena pertama, dia sudah pasti lelah karena kegiatan yang padat, dan juga karena dia harus berkomunikasi dengan sangaaaat banyak orang (yang sudah dia kenal maupun tidak).
3.     Lebih sering berkomunikasi dengan orang asing
            Hal ini bisa kalian jadikan kebiasaan dengan mempraktekkannya setiap hari, istilah lainnya sih “SKSD” atau sok akrab lah. Jadi menurutku sih ini cara yang ampuh banget nih buat kita beradaptasi sama orang asing. Kita jadi terbiasa bersikap, jadi supaya ga canggung lagi gitu.
4.     Persiapan yang matang
            Kalau ngomongin persiapan sih, ini hal yang vital yaa.. ini sih harusnya udah gausah dikasih tau lagi harusnya. Jadi sebelum kalian mengemban tanggung jawab untuk jadi MC/ moderator/ orang yang berbicara di depan umum, WAJIB hukumnya bagi kalian untuk mempersiapkan diri dan segala keperluan teknis lainnya.
5.     Peregangan sebelum mulai
            Tips yang terakhir ini lebih ke-optiont aja lah ya, tapi tips ini ampuh kalau kalian lagi degdegser banget sebelum naik ke atas panggung. Kalian bisa lakuin perenggangan ini di toilet, kalau kalian gamau ada orang lain lihat. Karena ketika kalian ngelakuin peregangan ini, kalian bakal menunjukkan ekspresi muka yang aneh. Jadi, peregangan yang aku maksud itu adalah melemaska wajah dan seluruh wajah, sama halnya pemanasan sebelum olahraga. Kalau untuk wajah, kalian bisa senam wajah dengan cara membentuk ekspresi yang aneh-aneh sampai wajah kalian luwes/?.