-->
Berawal
dari penilaian teman-teman kampusku terhadapku yang mereka rasa bahwa aku punya
public speaking-skill (yang
sebenarnya so-so lah menurutku), anggapan ini muncul saat setiap kali ada
persentasi di depan kelas, aku mampu membawa alur dan menguasai materi dengan
baik. Kalau kalian mau tau bagaimana setidaknya aku mempersiapkan diri atau
menumbuhkan kepercayaan diri berbicara didepan umum, kalian bisa baca post-an
aku setelah ini.
Peluang
pertama yang datang kepadaku adalah ketika aku ditawari untuk menjadi moderator
di acara sharing bersama atau bincang bersama dengan narasumber (biasanya kakak
tingkat), dalam rangka penyambutan mahasiswa baru, yaitu ADM Talk. Tanpa
berfikir panjang, tawaran itu aku ambil. Karena aku sendiri adalah orang yang
suka tantangan baru, dan menurutku ini dapat menambah pengalaman dan juga
mempercantik CVku hehe. Lanjut bercerita mengenai acaranya sendiri, disini aku
memoderatori perbincangan dengan 4 orang, salah satunya adalah dosenku yang
lumayan dekat denganku (dosen yang memiliki sebutan angel, karena kebaikan
hatinya) dan sisanya adalah kating yang jaraknya 3 tahun diatasku. Disini aku
tau bahwa tidak hanya menambah pengalaman, tapi juga menambah wawasanku,
khususnya tentang karir yang dapat kuambil setelah lulus kuliah, karena jujur,
keempat pembicara ini sangat inspirational.
 |
| Suasana ADM Talk'2017 |
 |
| Pak Engel Lubis-Devy |
Peluang
kedua datang saat aku ditawari menjadi MC untuk seminar besar, rangkaian acara
dari Forum Mahasiswa Asuransi Indonesia disingkat FORMAI. Di kesempatan kali
ini aku ditemani teman sekelasku sendiri, yaitu Khani Bunga. Untuk yang satu
ini aku merasa deg-degan yang luar biasa, karena yang ada dibenakku, moderator
memiliki kesan yang formal, sedangkan MC lebih ke semi-formal, dimana tugasnya
harus bisa mencairkan suasana dengan selingan jokes. Yang aku takutkan adalah
apabila jokes yang aku lontarkan ternyata hanya kerecehan belaka. Tapi setelah
berhasil aku lewati, aku sadar bahwa menjadi MC ataupun moderator hanya perlu
ketenangan dan kepercayaan diri. Anggap saja audiens yang hadir adalah teman
dekatmu, dimana kamu hanya perlu menjadi diri sendiri. Tapi tidak lupa
batasannya mengingat ini adalah acara resmi, bukan acara rumpi yang biasa dilakukan
wanita.
 |
| Menjadi MC (Khani-Devy) |
 |
| Khani-Devy |
Peluang
ketiga, aku ditawarkan menjadi moderator dalam acara yang lebih besar lagi,
karena ini merupakan acara PKS (Perjanjian Kerjasama terkait magang
bersertifikat) antara perusahaan BUMN Jamkrindo dan juga Universitas Indonesia,
biarpun disini aku hanya memoderatori satu sesi seminar. Bahkan dikesempatan
kali ini, pihak kampus atau jurusanku menghadirkan guru atau coach yang mengajariku
menjadi moderator yang baik. Latihan yang aku jalani seperti, menyusun
script atau narasi moderator, latihan
gerak tubuh, olah wajah, dan juga olah suara. Di kesempatan kali ini, aku
memoderatori narasumber yang notabenenya “org luar kampus” yakni, Bapak Sulis
Udoko selaku Direktur MSDM, Umum dan Kepatuhan Jamkrindo dan juga Bapak Abdul
Bari selaku Sekretaris Perusahaan Jamkrindo. Namun, karena ada beberapa sebab,
maka saya hanya memoderatori Bapak Abdul Bari. Kesimpulan
yang saya ingat betul dan saya buat sebagai
penutup pembicaraan pada saat itu ialah “Prepare Yourself Before Replaced!”
 |
| Suasana Seminar (Pembicara: Pak Abdul Bari) |
 |
| Sertifikat Moderator PKS Vokasi UI-Jasindo |
No comments:
Post a Comment