Search

Tuesday, January 22, 2019

Pengalaman Menjadi MC & Moderator


-->
            Berawal dari penilaian teman-teman kampusku terhadapku yang mereka rasa bahwa aku punya public speaking-skill (yang sebenarnya so-so lah menurutku), anggapan ini muncul saat setiap kali ada persentasi di depan kelas, aku mampu membawa alur dan menguasai materi dengan baik. Kalau kalian mau tau bagaimana setidaknya aku mempersiapkan diri atau menumbuhkan kepercayaan diri berbicara didepan umum, kalian bisa baca post-an aku setelah ini.
            Peluang pertama yang datang kepadaku adalah ketika aku ditawari untuk menjadi moderator di acara sharing bersama atau bincang bersama dengan narasumber (biasanya kakak tingkat), dalam rangka penyambutan mahasiswa baru, yaitu ADM Talk. Tanpa berfikir panjang, tawaran itu aku ambil. Karena aku sendiri adalah orang yang suka tantangan baru, dan menurutku ini dapat menambah pengalaman dan juga mempercantik CVku hehe. Lanjut bercerita mengenai acaranya sendiri, disini aku memoderatori perbincangan dengan 4 orang, salah satunya adalah dosenku yang lumayan dekat denganku (dosen yang memiliki sebutan angel, karena kebaikan hatinya) dan sisanya adalah kating yang jaraknya 3 tahun diatasku. Disini aku tau bahwa tidak hanya menambah pengalaman, tapi juga menambah wawasanku, khususnya tentang karir yang dapat kuambil setelah lulus kuliah, karena jujur, keempat pembicara ini sangat inspirational.
Suasana ADM Talk'2017

Pak Engel Lubis-Devy 

           
Peluang kedua datang saat aku ditawari menjadi MC untuk seminar besar, rangkaian acara dari Forum Mahasiswa Asuransi Indonesia disingkat FORMAI. Di kesempatan kali ini aku ditemani teman sekelasku sendiri, yaitu Khani Bunga. Untuk yang satu ini aku merasa deg-degan yang luar biasa, karena yang ada dibenakku, moderator memiliki kesan yang formal, sedangkan MC lebih ke semi-formal, dimana tugasnya harus bisa mencairkan suasana dengan selingan jokes. Yang aku takutkan adalah apabila jokes yang aku lontarkan ternyata hanya kerecehan belaka. Tapi setelah berhasil aku lewati, aku sadar bahwa menjadi MC ataupun moderator hanya perlu ketenangan dan kepercayaan diri. Anggap saja audiens yang hadir adalah teman dekatmu, dimana kamu hanya perlu menjadi diri sendiri. Tapi tidak lupa batasannya mengingat ini adalah acara resmi, bukan acara rumpi yang biasa dilakukan wanita.
Menjadi MC (Khani-Devy)
Khani-Devy

           
Peluang ketiga, aku ditawarkan menjadi moderator dalam acara yang lebih besar lagi, karena ini merupakan acara PKS (Perjanjian Kerjasama terkait magang bersertifikat) antara perusahaan BUMN Jamkrindo dan juga Universitas Indonesia, biarpun disini aku hanya memoderatori satu sesi seminar. Bahkan dikesempatan kali ini, pihak kampus atau jurusanku menghadirkan guru atau coach yang mengajariku menjadi moderator yang baik. Latihan yang aku jalani seperti, menyusun script atau narasi moderator, latihan gerak tubuh, olah wajah, dan juga olah suara. Di kesempatan kali ini, aku memoderatori narasumber yang notabenenya “org luar kampus” yakni, Bapak Sulis Udoko selaku Direktur MSDM, Umum dan Kepatuhan Jamkrindo dan juga Bapak Abdul Bari selaku Sekretaris Perusahaan Jamkrindo. Namun, karena ada beberapa sebab, maka saya hanya memoderatori Bapak Abdul Bari. Kesimpulan  yang saya ingat betul dan saya buat sebagai penutup pembicaraan pada saat itu ialah “Prepare Yourself Before Replaced!”
Suasana Seminar (Pembicara: Pak Abdul Bari)

Sertifikat Moderator PKS Vokasi UI-Jasindo


No comments:

Post a Comment